SERING DIANGGAP REMEH, HIPERTENSI PENYEBAB KEMATIAN IBU HAMIL
Pak Perawat - Tekanan darah tinggi atau hipertensi tidak bisa dianggap remeh. Jika tekanan darah sudah sangat tinggi, maka resiko yang terjadi bisa sangat berbahaya. Terutama bagi seorang ibu hamil, hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian ibu hamil yang menurut data masih tinggi.
Hipertensi ini dapat merenggut nyawa seorang ibu hamil dengan perlahan. Terkadang karena tidak dianggap sebagai ancaman, seorang ibu hamil baru menyadari ketika mendekati masa-masa melahirkan.
Berapa tekanan darah bisa disebut hipertensi
Hipertensi (tekanan darah tinggi) bisa dilihat dari tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik biasa disebutkan terlebih dahulu saat pemeriksaan sedangkan diastolik disebutkan setelahnya. Lalu pertanyaannya apa itu sistolik dan diastolik?
Tekanan sistolik adalah tekanan darah pada saat jantung memompa darah atau saat berkontraksi, sedangkan diastolik adalah tekanan darah pada saat jantung relaksasi.
Seseorang bisa dikatakan mengalami hipertensi ketika nilai tekanan darah sistolik ≥ 140 dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg (milimeter hydrargyrum).
Data penderita hipertensi Kemenkes Republik Indonesia (RI)
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 prevalensi penduduk Indonesia dengan tekanan darah tinggi sebesar 34,11% hasil tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan prevalensi hipertensi pada tahun 2013 sebesar 25,8% serta lebih banyak diderita pada jenis kelamin perempuan, yaitu sebesar 36,85%. Pada tahun 2018, prevalensi hipertensi yang didapatkan melalui pengukuran 18 tahun, yaitu sebesar 29,94 % di Provinsi Lampung (Kemenkes RI, 2011).
Kesehatan ibu merupakan salah satu isu kesehatan yang terdapat dalam Sustanable Development Goals (SDGs) dengan 38 target SDGs di sektor kesehatan yang perlu diwujudkan, salah satu targetnya, yaitu upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030.
Kementerian Kesehatan (2022) melaporkan dalam Profil Kesehatan Indonesia 2021, jumlah kematian ibu meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2020, angka kematian ibu di Indonesia menunjukkan 4.627 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup, meningkat pada tahun 2021 menjadi 7.389 kematian ibu di Indonesia per 100.000 kelahiran hidup (Kemenkes RI, 2022).
Hipertensi penyebab kematian ibu hamil
Salah satu penyebab kematian ibu hamil, yaitu Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK). HDK merupakan penyebab kematian ibu terbanyak ketiga di Indonesia. Beberapa kasus HDK antara lain:
- Hipertensi gestasional,
- Preeklampsia,
- Eklampsia,
- Hipertensi kronis
- Hipertensi tidak spesifik
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (KemenKes RI) tahun 2022, HDK adalah kondisi dimana tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg atau tekanan darah diastolik di atas 90 mmHg.
World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa pada tahun 2017, sekitar 810 kejadian kematian ibu dengan penyebab HDK setiap harinya (WHO, 2019).
Pada tahun 2019, di Amerika Serikat HDK adalah komplikasi kehamilan yang umum dan penyebab utama kematian ibu hamil sebesar 31,6% (Centers for Disease Control and Prevention, 2022). Tercatat di Indonesia pada tahun 2021 memiliki AKI dengan penyebab utama HDK, yaitu sebanyak 1.077 kasus per 100.000 kelahiran hidup (Kemenkes RI, 2022).
Referensi:
- Kemenkes. (2011). Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu.
- World Health Organization (WHO). (2019). Hypertension. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension

Post a Comment for "SERING DIANGGAP REMEH, HIPERTENSI PENYEBAB KEMATIAN IBU HAMIL"