Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengaruh Anemia Selama Masa Kehamilan, Hati-Hati Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Pak Perawat - Badan terasa lemas, lesu, kurang bersemangat dan bawaannya mengantuk terus, biasanya orang akan mengatakan kurang darah atau anemia. Kurang darah itu sebenarnya gimana ya. Apakah darahnya yang kurang? 

Sudah tahu belum pengertian anemia itu apa?

Anemia  adalah  suatu  keadaan  dimana  terjadi  penurunan  massa  sel  darah  merah atau  total  Hemoglobin  (Hb),  kadar  Hb  normal  pada  ibu  hamil  adalah  kurang  dari  11,0  g/dL (Kemenkes  RI,  2020).

Anemia sering diartikan sebagai kondisi sel darah merah (eritrosit) yang mana tidak mampu melaksanakan tugasnya membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen yang tidak maksimal diedarkan ini diakibatkan oleh jumlah hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah mengalami penurunan.

Pengertian  anemia  secara  laboratorik  adalah  suatu keadaan  apabila  terjadinya  penurunan  kadar  Hb  di  bawah  normal,  kadar  eritrosit  dan hematokrit.

Apa saja ya sebab terjadinya anemia?

Sekitar  50%  kasus  anemia  disebabkan  oleh  defisiensi  besi. Namun selain itu, ada banyak lain penyebab lain dari anemia ini. Di antara penyebab terjadinya anemia antara lain:

  • Defisiensi  mikronutrien  lain  (vitamin  A,  riboflavin  (B2),  B6, asam folat (B9), dan B12)
  • Infeksi akut atau kronis (seperti malaria, infeksi cacing tambang, skistosomiasis,  tuberkulosis,  dan  HIV)
  • Kelainan  sintesis  hemoglobin  yang  diturunkan (seperti  hemoglobinopati).  

Bahaya anemia pada masa kehamilan

Anemia  defisiensi  besi  pada  kehamilan  dapat  terjadi  akibat peningkatan  volume  darah  selama  trimester  pertama  dan  kedua  kehamilan  sehingga  dapat menyebabkan gangguan kinerja fisik, kesulitan bernapas, kelelahan, palpitasi, kesulitan tidur, penurunan kinerja kognitif, dan perilaku serta depresi postpartum. 

Anemia  pada  masa kehamilan  berhubungan  dengan  peningkatan  risiko  preeklamsia,  perdarahan pasca  persalinan,  atonia  uteri,  dan  infeksi.  Pada  janin  dan  bayi  yang  dilahirkan,  anemia defisiensi  besi  dapat  menyebabkan  pertumbuhan  janin  terhambat,  gangguan  perkembangan, kelahiran prematur, kelainan kongenital,  dan bayi berat lahir rendah (BBLR).  

Anemia  kehamilan  di  sebut  “potentional  danger  to  mother  and  child”  (potensi membahayakan  ibu  dan  anak),  karena  itu  anemia  memerlukan  perhatian  serius  dari  semua pihak  yang  terkait  dalam  pelayanan  kesehatan.

Anemia mempengaruhi tumbuh kembang janin

Telah disebutkan pada pembahasan sebelumnya bahwa kondisi anemia selama hamil bisa berpotensi menyebabkan Bayi  Berat  Lahir Rendah (BBLR). BBLR adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang usia kehamilan.  

BBLR  dapat  terjadi  pada  bayi  kurang  bulan  (<37  minggu) ataupun  pada  bayi  cukup  bulan  (karena  adanya  hambatan  pertumbuhan  janin  saat  dalam kandungan).  

Dampak  yang  dapat  timbul  dari  BBLR  yaitu  gangguan  pernapasan,  gangguan termoregulasi,   penyakit   kardiovaskuler,   gangguan sistem   imun,   gangguan   persyarafan, gangguan saluran cerna, gangguan saluran kemih, gangguan psikis, serta meningkatkan resiko kematian pada bayi baru lahir.

Kasus anemia di Indonesia menurut data Kemenkes

World  Health  Organization  (WHO)  melaporkan  pada  tahun  2011,  secara  global  prevalensi anemia  pada  ibu  hamil  di  seluruh  dunia  sebesar  38,2%,  dengan  prevalensi  paling  tinggi  di wilayah   Asia   Tenggara   (WHO,   2023).   

Berdasarkan   data   dari   Kementerian   Kesehatan Republik Indonesia, ibu hamil yang mengalami anemia sekitar 40–50% yang artinya 5 dari 10 ibu  hamil  mengalami  anemia.  Terdapat  37,1%  ibu  hamil  dengan  kadar  Hb  kurang  dari  11,0 gram/dl,  dengan  proporsi  yang  hampir  sama  antara  di  kawasan  perkotaan  (36,4%)  dan pedesaan  (37,  8%  )  (Kemenkes,  2018).

Referensi:

  • Astutik, R. (2018) Anemia Dalam Kehamilan. Jember, Jawa Timur: Cv. Pustaka Abadi.
  • Kemenkes  RI  (2020)  Pedoman  Pemberian  Tablet  Tambah  Darah  (TTD)  Bagi  Ibu  Hamil, Kementerian  Kesehatan  Republik  Indonesia.  Edited  by  R.  Kementerian  Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  • Kemenkes,  RI.  (2018)  ‘Pedoman  Penatalaksanaan  Pemberian  Tablet  Tambah  Darah’, Kemenkes RI
  • Supriyaningsih  (2016)  Monograf  Anemia  Dalam  Kehamilan  Dengan  Kejadian  Hiperemesis Gravidarum. Edited By D.A. An. Yogyakarta: Leutikabooks.
  • Wibowo  Nuroyono,  Irwinda  Irma,  H.R.  (2021)  Anemia  Defisiensi  Besi  Pada  Kehamilan. Jalan Salemba 4, Jakarta: UI Publishing.
  • Pudjiadji, HA. Hegar, Badriul. Handryastuti, Setyo. Idris, SN. Gandasaputra, PE. Harmoniati, D. (2019) ‘Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia’.
  • WHO. (2023). Low Birth Weight Data By Region. World Health Organization.

Pak Perawat
Pak Perawat Sekedar ingin berbagi apa pun dan ingin terus belajar menjadi lebih baik.

Post a Comment for "Pengaruh Anemia Selama Masa Kehamilan, Hati-Hati Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)"