Pengaruh Anemia Selama Masa Kehamilan, Hati-Hati Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
Pak Perawat - Badan terasa lemas, lesu, kurang bersemangat dan bawaannya mengantuk terus, biasanya orang akan mengatakan kurang darah atau anemia. Kurang darah itu sebenarnya gimana ya. Apakah darahnya yang kurang?
Sudah tahu belum pengertian anemia itu apa?
Anemia sering diartikan sebagai kondisi sel darah merah (eritrosit) yang mana tidak mampu melaksanakan tugasnya membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen yang tidak maksimal diedarkan ini diakibatkan oleh jumlah hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah mengalami penurunan.
Pengertian anemia secara laboratorik adalah suatu keadaan apabila terjadinya penurunan kadar Hb di bawah normal, kadar eritrosit dan hematokrit.
Apa saja ya sebab terjadinya anemia?
Sekitar 50% kasus anemia disebabkan oleh defisiensi besi. Namun selain itu, ada banyak lain penyebab lain dari anemia ini. Di antara penyebab terjadinya anemia antara lain:
- Defisiensi mikronutrien lain (vitamin A, riboflavin (B2), B6, asam folat (B9), dan B12)
- Infeksi akut atau kronis (seperti malaria, infeksi cacing tambang, skistosomiasis, tuberkulosis, dan HIV)
- Kelainan sintesis hemoglobin yang diturunkan (seperti hemoglobinopati).
Bahaya anemia pada masa kehamilan
Anemia defisiensi besi pada kehamilan dapat terjadi akibat peningkatan volume darah selama trimester pertama dan kedua kehamilan sehingga dapat menyebabkan gangguan kinerja fisik, kesulitan bernapas, kelelahan, palpitasi, kesulitan tidur, penurunan kinerja kognitif, dan perilaku serta depresi postpartum.
Anemia pada masa kehamilan berhubungan dengan peningkatan risiko preeklamsia, perdarahan pasca persalinan, atonia uteri, dan infeksi. Pada janin dan bayi yang dilahirkan, anemia defisiensi besi dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat, gangguan perkembangan, kelahiran prematur, kelainan kongenital, dan bayi berat lahir rendah (BBLR).
Anemia kehamilan di sebut “potentional danger to mother and child” (potensi membahayakan ibu dan anak), karena itu anemia memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan.
Anemia mempengaruhi tumbuh kembang janin
Telah disebutkan pada pembahasan sebelumnya bahwa kondisi anemia selama hamil bisa berpotensi menyebabkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). BBLR adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang usia kehamilan.
BBLR dapat terjadi pada bayi kurang bulan (<37 minggu) ataupun pada bayi cukup bulan (karena adanya hambatan pertumbuhan janin saat dalam kandungan).
Dampak yang dapat timbul dari BBLR yaitu gangguan pernapasan, gangguan termoregulasi, penyakit kardiovaskuler, gangguan sistem imun, gangguan persyarafan, gangguan saluran cerna, gangguan saluran kemih, gangguan psikis, serta meningkatkan resiko kematian pada bayi baru lahir.
Kasus anemia di Indonesia menurut data Kemenkes
World Health Organization (WHO) melaporkan pada tahun 2011, secara global prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia sebesar 38,2%, dengan prevalensi paling tinggi di wilayah Asia Tenggara (WHO, 2023).
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ibu hamil yang mengalami anemia sekitar 40–50% yang artinya 5 dari 10 ibu hamil mengalami anemia. Terdapat 37,1% ibu hamil dengan kadar Hb kurang dari 11,0 gram/dl, dengan proporsi yang hampir sama antara di kawasan perkotaan (36,4%) dan pedesaan (37, 8% ) (Kemenkes, 2018).
Referensi:
- Astutik, R. (2018) Anemia Dalam Kehamilan. Jember, Jawa Timur: Cv. Pustaka Abadi.
- Kemenkes RI (2020) Pedoman Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) Bagi Ibu Hamil, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Edited by R. Kementerian Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
- Kemenkes, RI. (2018) ‘Pedoman Penatalaksanaan Pemberian Tablet Tambah Darah’, Kemenkes RI
- Supriyaningsih (2016) Monograf Anemia Dalam Kehamilan Dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum. Edited By D.A. An. Yogyakarta: Leutikabooks.
- Wibowo Nuroyono, Irwinda Irma, H.R. (2021) Anemia Defisiensi Besi Pada Kehamilan. Jalan Salemba 4, Jakarta: UI Publishing.
- Pudjiadji, HA. Hegar, Badriul. Handryastuti, Setyo. Idris, SN. Gandasaputra, PE. Harmoniati, D. (2019) ‘Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia’.
- WHO. (2023). Low Birth Weight Data By Region. World Health Organization.
.jpg)
Post a Comment for "Pengaruh Anemia Selama Masa Kehamilan, Hati-Hati Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)"